LISTING PROGRAM:

 





LOGIKA PROGRAM:
Listing program yang sudah diketik pada notepad disimpan pada directory C:\Program Files\Java\jdk1.6.0\bin dengan type Java File. Kemudian pada command prompt masuk ke directory yang tadi.
C:\Program Files\Java\jdk1.6.0\bin>javac Vektor.java àuntuk mencek kesalahan coding program atau meng-compile.
C:\Program Files\Java\jdk1.6.0\bin> java Vektorà untuk menjalankan program Vektor.

Namespacenya adalah import java.io.*;. Terdapat pada bagian atas program, digunakan untuk mengimpor class-class yang ada dalam package java.io. Jadi untuk menggunakan suatu class, kita perlu mengimpor nama packagenya terlebih dahulu.
Nama kelas  harus sesuai dengan nama file yang akan disimpan. Throws dipergunakan untuk melempar Exception. Exception sendiri menyediakan pembangkitan kesalahan serta cara menanganinya. Struktur kendali ini memungkinkan kita menspesifikasikan dimana kita dapat menangani suatu tipe kesalahan secara pasti.  Exception menyediakan sarana mengkomunikasikan informasi kesalahan lewat suatu rantai metode, sampai terdapat satu metode yang menanganinya.  Exception di Java merupakan subkelas dari kelas java.lang.Throwable. Exception adalah objek, maka memiliki data dan metode. Kemudian menginput beberapa variable dan panjangnya yang bertipe integer (variabel jumlah, v1, dan v2).
Program diatas akan menampilkan output yang berupa perintah untuk memasukkan berapa jumlah elemen vektor yang diinginkankan, misalnya 3. Kemudian nilai yang diinput akan dibaca oleh program dengan menggunakan tipe integer (bilangan bulat (32 bit))  pada vektor. Dan secara otomatis program akan segera memasukkan jumlah elemen u maupun v, yaitu 3. Karena untuk melakukan penjumlahan maupun pengurangan diperlukan 2 vektor yang memiliki jumlah elemen yang sama. Kemudian program sekali lagi akan meminta nilai k, yang dipergunakan sebagai pengali terhadap elemen-elemen vektor yang akan dimasukkan atau disebut perkalian skalar, nilai yang diinput akan segera dibaca oleh program. Nilai yang diinput misalnya 9. Kemudian dilakukan perulangan for (int i = 0; i < u.length(); i++),  dimana nilai i dimulai dari 0, i lebih kecil dari n (nilai yang diinput untuk jumlah elemen vektor). i++, dilakukan perulangan dimana nilai i akan bertambah 1 setiap dilakukan proses pengulangan. Dan perulangan berlaku hingga nilai i sama dengan nilai variabel n.
            Kemudian keluar output yang memerintahkan kita untuk memasukkan nilai dari elemen-elemen bertipe integer yang terdapat pada  vektor 1 atau vektor u. Kemudian nilai ke3 elemen yang diinput akan segera dibaca oleh program. Misalnya, nilai yang diinput adalah 1, 2, dan 3.
            Kemudian, sekarang dilakukan proses pada vektor yang ke2, yaitu vektor v, dimana akan dilakukan perulangan for yang bernilai integer, dengan nilai awal i sama dengan 0, dan nilai tersebut akan terus ditambahkan dengan 1 setiap dilakukan proses perulangan, hingga nilai i sam dengan nilai n. Jadi program terus melakukan perulangan bila nilai dari i lebih kecil daripada nilai n.
            Kemudian keluar output yang memerintahkan kita untuk memasukkan nilai dari elemen-elemen bertipe integer yang terdapat pada  vektor 2 atau vektor v. Kemudian nilai ke3 elemen yang diinput akan segera dibaca oleh program. Misalnya nilai yang diinput adalah 7, 8, dan 9.
            Kemudian, sekarang dilakukan proses penjumlahan pada ke2 vektor, yaitu vektor u dan v, dimana akan dilakukan perulangan for yang bernilai integer, dengan nilai awal i sama dengan 0, dan nilai tersebut akan terus ditambahkan dengan 1 setiap dilakukan proses perulangan, hingga nilai i sam dengan nilai n. Jadi program terus melakukan perulangan bila nilai dari i lebih kecil daripada nilai n.
            Kemudian pada bagian ini dilakukan proses penjumlahan pada kedua vektor u dan v yang bertipe integer. Prosesnya tersebut dilakukan persatu-satu, elemen pertama dari vektor u akan dijumlahkan dengan elemen pertama vektor v (1 + 7) sama dengan 8. Elemen ke2 dari vektor u dijumlahkan dengan elemen ke2 vektor v (2 + 8) sama dengan 10. Kemudian elemen ke3 vektor u dijumlahkan dengan elemen ke3 vektor v (3 + 9) sama dengan 12.  Kemudian nilai dari penjumlahan kedua vektor tersebut ditampilkan pada output program ([8, 10, 12]). Jika nilai faktorial i sama dengan nilai n (yaitu 3) dikurang 1, maka ditambahkan tampilan koma (,) yang kemudian dilakukan proses pengulangan selanjutnya. Dan hingga nilai faktorial i tidak lagi sama dengan nilai n dikurang 1 maka akan dicetak tutup kurung siku (]), sebagai tanda penjumlahan vektor selesai.
            Kemudian, sekarang dilakukan proses pengurangan pada ke2 vektor, yaitu vektor u dan v, dimana akan dilakukan perulangan for yang bernilai integer, dengan nilai awal i sama dengan 0, dan nilai tersebut akan terus ditambahkan dengan 1 setiap dilakukan proses perulangan, hingga nilai i sam dengan nilai n. Jadi program terus melakukan perulangan bila nilai dari i lebih kecil daripada nilai n.
            Kemudian pada bagian ini dilakukan proses pengurangan pada kedua vektor u dan v yang bertipe integer. Prosesnya tersebut dilakukan persatu-satu, elemen pertama dari vektor u akan dikurangkan dengan elemen pertama vektor v (1 - 7) sama dengan -6. Elemen ke2 dari vektor u dikurangkan dengan elemen ke2 vektor v (2 - 8) sama dengan -6. Kemudian elemen ke3 vektor u dikurangkan dengan elemen ke3 vektor v (3 - 9) sama dengan -6.  Kemudian nilai dari pengurangan kedua vektor tersebut ditampilkan pada output program ([-6, -6, -6]). Jika nilai faktorial i sama dengan nilai n (yaitu 3) dikurang 1, maka ditambahkan tampilan koma (,) yang kemudian dilakukan proses pengulangan selanjutnya. Dan hingga nilai faktorial i tidak lagi sama dengan nilai n dikurang 1 maka akan dicetak tutup kurung siku (]), sebagai tanda pengurangan vektor selesai.
            Kemudian, sekarang dilakukan proses perkalian pada ke2 vektor, yaitu vektor u dan v, dimana akan dilakukan perulangan for yang bernilai integer, dengan nilai awal i sama dengan 0, dan nilai tersebut akan terus ditambahkan dengan 1 setiap dilakukan proses perulangan, hingga nilai i sam dengan nilai n. Jadi program terus melakukan perulangan bila nilai dari i lebih kecil daripada nilai n.
Kemudian pada bagian ini dilakukan proses perkalian pada kedua vektor u dan v yang bertipe integer. Prosesnya tersebut dilakukan persatu-satu, elemen pertama dari vektor u akan dikalikan dengan elemen pertama vektor v (1 * 7) sama dengan 7. Elemen ke2 dari vektor u dikalikan dengan elemen ke2 vektor v (2 * 8) sama dengan 16. Kemudian elemen ke3 vektor u dikalikan dengan elemen ke3 vektor v (3 * 9) sama dengan 27.  Kemudian nilai dari perkalian kedua vektor tersebut ditampilkan pada output program ([7, 16, 27]). Jika nilai faktorial i sama dengan nilai n (yaitu 3) dikurang 1, maka ditambahkan tampilan koma (,) yang kemudian dilakukan proses pengulangan selanjutnya. Dan hingga nilai faktorial i tidak lagi sama dengan nilai n dikurang 1 maka akan dicetak tutup kurung siku (]), sebagai tanda perkalian vektor selesai.
            Kemudian pada bagian ini dilakukan proses perkalian pada vektor u dan k yang bertipe integer. Prosesnya tersebut dilakukan persatu-satu, elemen pertama dari vektor u akan dikalikan dengan k (1 * 9) sama dengan 9. Elemen ke2 dari vektor u dikalikan dengan k (2 * 9) sama dengan 18. Kemudian elemen ke3 vektor u dikalikan dengan k (3 * 9) sama dengan 27.  Kemudian nilai dari perkalian vektor u dan k tersebut ditampilkan pada output program ([9, 18, 27]). Jika nilai faktorial i sama dengan nilai n (yaitu 3) dikurang 1, maka ditambahkan tampilan koma (,) yang kemudian dilakukan proses pengulangan selanjutnya. Dan hingga nilai faktorial i tidak lagi sama dengan nilai n dikurang 1 maka akan dicetak tutup kurung siku (]), sebagai tanda perkalian vektor selesai.
            








 Kemudian pada bagian ini dilakukan proses perkalian pada vektor v dan k yang bertipe integer. Prosesnya tersebut dilakukan persatu-satu, elemen pertama dari vektor v akan dikalikan dengan k (7 * 9) sama dengan 63. Elemen ke2 dari vektor v dikalikan dengan k (8 * 9) sama dengan 72. Kemudian elemen ke3 vektor v dikalikan dengan k (9 * 9) sama dengan 81.  Kemudian nilai dari perkalian vektor v dan k tersebut ditampilkan pada output program ([63, 72, 81]). Jika nilai faktorial i sama dengan nilai n (yaitu 3) dikurang 1, maka ditambahkan tampilan koma (,) yang kemudian dilakukan proses pengulangan selanjutnya. Dan hingga nilai faktorial i tidak lagi sama dengan nilai n dikurang 1 maka akan dicetak tutup kurung siku (]), sebagai tanda perkalian vektor selesai.

OUTPUT PROGRAM VEKTOR: