Stempel Sisingamangaraja
Koleksi Tropen Museum-Netherland

            Tulisan Jawi (Arab gundul) yg dpt diterjemahkan setengah, berbunyi:" Inilah cap maharaja di negeri Toba kampung Bakara nama kotanya hijrat nabi 1304 "– This is the seal of the Great Lord (maharaja) in the negeri of Toba whose residence is in Bakara. 1304 H. (Muller).

            Sisingamangaraja XII pernah mengikuti latihan keprajuritan di Aceh sebelum perang Batak pecah. Bahkan isunya sebelum Perang Batak terjadi, rumor yg beredar di masyarakat bahwa Sisingamangaraja XII dengan pasukan Acehnya akan menghabisi orang2 yg menjadi kristen. Nommensen khawatir dgn isu yg beredar tsb, maka ia pun meminta bantuan Residen tapanuli utk mengirimkan pasukan ke Silindung. Hal ini menjadi alasan Belanda masuk ke tanah batak, yg sebelumnya sdg mencari2 alasan utk menginvasi tanah batak.

           Dugaan adanya huruf arab gundul di cap tsb, umumnya pada masa itu huruf gundul banyak dipakai oleh kerajaan2/masyarakat di Nusantara sbg "lingua franca". Huruf ini juga dipakai dlm coin/mata uang yg beredar waktu itu. Alasan Sisingamangaraja XII memakai huruf ini hanya utk keperluan diplomasi dan bukan seperti isu yg dihembuskan bahwa ia telah menjadi muslim karena kedekatannya dgn kerajaan Aceh.

           Nampaknya, surat2 Sisingamangaraja (XII atau sebelumnya) dapat dijadikan kajian sejarah dlm perspektif yg lain.
           Sebab ada beberapa surat2 dari Sisingamangaraja yg dikirim ke berbagai pihak (tokoh masyarakat, zending, belanda) yg berkaitan dgn suatu kejadian sejarah.

          Sejauh yg diketahui belum ada penulis buku ttg Sisingamangaraja yg membahas hal ini secara khusus, sedangkan Uli Kozok hanya mengulas ttg Stempel SM saja. Dan mengenai tulisan arab gundul (Jawi) ini pun belum sepenuhnya didapat kata-per-kata/lengkap.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=445263940039&set=a.250379265039.141508.52854920039