Versi Android

Android 1.5-Cupcake
Dalam versi ini terdapat fitur merekam video dengan mode kamera. Cupcake ini sendiri menggunakan Linux Kernel 2.6.27. Pengunggahan video ke youtube dan gambar ke Picasa dapat langsung dilakukan dari ponsel. Selain itu, ponsel juga sudah didukung dengan Bluetooth A2DP yang memiliki kemampuan untuk terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth. Dari sisi layar, animasi dan keyboard virtual dapat disesuaikan dengan system. Softkeypad tersebut sudah dilengkapi juga dengan fitur autocomplete. Berbagai widget baru dengan

Kenapa Harus Android?


                Android tentu saja sangat menarik, terlebih Android merupakan ide daripada Google dan didukung oleh beberapa perusahaan besar seperti Acer, HTC, Dell, LG, Samsung, Motorola, ingin membuat satu platform yang tangguh dan terbuka, sehingga sangat saying jika kita tidak mempelajari Android. Beberapa hal yang menjadi alasan supaya kita belajar Android seperti berikut ini:
-          Terbuka (open source), platform terbuka yang berdasarkan pada Linux yang merupakan platform terbuka juga. Hal ini menjadikan kita dapat mempelajari, membuat, dan mengkustomasi menggunakan platform Android tanpa membayar royalti sepeserpun. Sehingga secara otomatis platform ini tidak dimiliki oleh pihak manapun juga, berbeda jika seperti Windows Phone 7 sebagai

Perbedaan Antara Android Original dan OHD

Google Mobile Service (GMS)
Android yang dilengkapi dengan GMS didukung penuh oleh Google. Pada ponsel Android tersebut telah dilengkapi fasilitas-fasilitas yang terhubung dengan Google Account. Beberapa aplikasi tersebut misalnya, Gmail, Google Contact, Google Calendar, dan Youtube. Ponsel ini juga sudah dibenami oleh Android Market, dimana pengguna dapat membeli dan mengunduh aplikasi-aplikasi Android untuk ponselnya.
Open Handset Distribution (OHD)
Sistem operasi Android OHD atau biasa dikenal juga dengan Android “Indie” ini memiliki fungsi sangat mendasar. Sistem operasi ini dikembangkan sendiri secara kreatif tanpa dukungan dari Google, dan tak ada Android Market distribusinya pun benar-benar bebas. Namun pengguna masih dapat mengakses fungsi-fungsi

Memahami Activities Android


                Sebuah activities pada dasarnya adalah focus kepada apa yang end user sedang lakukan. Sebagai contoh misalnya: sebuah menu yang tertampil dan end user dapat melakukan pilihan terhadap menu tersebut. Activity pada Android merupakan hal yang sangat penting, dimana activity merupakan implementasi daripada class Activity itu sendiri.
                Hampir semua activity berhubungan langsung dengan end user aplikasi kita. Kebanyakan activity kita mencakup 2 method seperti:
-          OnCreate : method ini adalah ketika sebuah activity tercreate.
-          OnPause : method ini ketika end user semisal berpindah aplikasi, yang menyebabkan activity pada aplikasi kita terhenti sementara.
   

Tips Menghemat Baterai pada Ponsel Android

Ada beberapa cara untuk melakukan penghematan baterai. Salah satunya melalui menu setting, matikan koneksi-koneksi nirkabel yang sedang tidak digunakan seperti WiFi dan Bluetooth. Jika tidak menggunakan koneksi data terus-menerus, ada baiknya juga menonaktifkan “Always-On” Mobile Data. Masuk ke opsi Settings > Wireless & network > Mobile networks, kemudian hilangkan tanda centang pada Enable always-on mobile data. Ketika non aktif, Anda tetap mendapatkan push Gmail, serta MMS, SMS dan telepon seperti biasa.
Tips lain dalam penghematan baterai adalah dengan mematikan aplikasi-aplikasi yang sudah tidak digunakan

Alat/Tools untuk membangun Aplikasi di Android


                Semua aplikasi Android dibangun dengan Java, artinya sebenarnya bahwa Android bukan merupakan bahasa pemrograman akan tetapi hanya menyediakan ‘lingkungan hidup’ atau runtime environment saja. Jadi secara singkat, runtime environment pada Android yang disebut Dalvik Virtual Machine merupakan Java Runtime Environment yang telah dioptimasi untuk device/alat dengan sistem memori yang kecil. Akan tetapi tetap untuk membangun aplikasi Android kita membutuhkan JDK.
                Jadi alat yang kita butuhkan untuk membangun sebuah aplikasi Android sebenarnya hanya dengan menggunakan Teks Editor biasa seperti Notepad pada Windows, atau menggunakan teks editor lain. Namun

Konsep Android

Sebenarnya untuk bisa memprogram di lingkungan Android, kita seharusnya telah mengenal pemrograman Java yang merupakan sebuah bahasa pemrograman yang sangat object oriented. Android hanya menyediakan lingkungan runtime/sebagai interpreter dimana kode sumber yang telah kita compile dengan compiler Java akan dioptimasi oleh Dalvik, sebuah virtual mesin yang memang dibuat khusus untuk menjalankan kode-kode program yang kita buat dengan bahasa pemrograman Java yang tentunya berbentuk sebuah class, dan telah dikompilasi oleh compiler Java. Kemudian oleh dex tools akan merubah ke lingkungan native yang berbentuk *.dex format, yang mana *.dex format merupakan file Dalvix executeable yang teroptimasi untuk lingkungan hardware dengan komputasi yang rendah. *.dex format tersebut di jalankan secara utuh oleh Dalvik.